Hubungan Masalah Penelitian terhadap Tujuan Penelitian
Kegiatan penelitian dapat dilangsungkan dengan mengikuti pola pikir deduktif atau sebaliknya induktif.
Paradigma adalah tema dasar suatu teori yang dianut oleh suatu mazhab teoritikus dalam menerangkan fenomena sosial ekonomi dan atau fenomena alam. Asumsi adalah anggapan dasar yang dibuat untuk menyederhanakan kerumitan dunia nyata sehingga dapat direka secara sederhana.
Setiap butir masalah penelitian yang dirumuskan akan dan harus menentukan tujuan penelitian. Dari satu butir masalah penelitian akan ada sedikitnya satu butir tujuan penelitian. Dari beberapa butir tujuan penelitian dapat ditetapkan satu atau lebih butir kegunaan penelitian. Mengenai tujuan penelitian perlu dipahami bahwa pernyataan tujuan penelitian dicirikan oleh awal kalimat seperti berikut ini :
Penelitian ini bertujuan :
(1) Untuk mengetahui apakah ……………A ditentukan oleh ………………..B
(2) Untuk menetapkan apakah …………..A mempengaruhi………………….B
(3) Untuk mengukur apakah ……………..A menjadi kunci penyebab ……B
(4) dan serupanya
Tujuan penelitian pada hakekatnya adalah pernyataan tentang apa saja yang berperan aktif dan menyebabkan timbulnya masalah yang telah teridentifikasi.
Kegunaan Penelitian pada hakekatnya adalah pernyataan tentang apa manfaat yang bisa didapat jika tujuan penelitian itu tercapai dan masalah penelitian dapat dicari jalan keluarnya. Dari setiap tujuan penelitian harus dapat dibuat satu ”model pendekatan”. Jika ada tiga butir tujuan penelitian maka harus ada tiga (pokok pikiran) model pendekatan teori. Tiga model itu bisa saja disatukan di bawah satu judul model, asalkan ketiganya memang berkaitan erat. Jika logikanya berbeda jauh maka sebaiknya tiga model itu dipisah di bawah judul masing-masing


