Hubungan Tujuan Penelitian, Model dan Hipotesis
Setelah tujuan penelitian berhasil ditetapkan maka penyusunan model dapat dilakukan. Ingat model adalah penyederhanaan dunia nyata secara teoritik agar mudah melihat hubungan-hubungan yang ada.
Batasan : M adalah model dari suatu objek S jika :
(1) Unsur-unsur dalam M berpadanan dengan unsur dalam S
(2) Ada hubungan tertentu antar unsur dalam M, sebagaimana (analog) hubungan antar unsur S
Langkah dasar menyusun Model :
(1) Perhatikan kunci yang ada pada setiap butir-butir tujuan penelitian. Kata kunci itu tidak lain merupakan variabel-variabel pokok yang harus dibahas perilakunya.
(2) Perhatikan bentuk-bentuk hubungan yang mungkin ada antara peubah (variabel) kunci seperti disebut pada point (1). Kajilah apakah bentuk hubungan itu mempunyai implikasi atau makna tertentu jika dilihat dengan suatu asumsi dasar dan paradigma tertentu.
(3) Tuturkan semua implikasi dan makna yang dianggap menonjol, setelah menyisihkan bagian keterkaitan yang dianggap mengganggu, atau menyimpang, atau kurang penting. Penyisihan itu dengan cara membuat asumsi tambahan yang sifatnya bukan teoritis melainkan operasional.
Telah disinggung sebelumnya bahwa model adalah rekaan penyederhanaan dari suatu bentuk kejadian nyata. Dan karena itulah diperlukan paradigma serta asumsi-asumsi. Tanpa paradigma dan asumsi tidak mungkin menyederhanakan persoalan nyata yang kompleks.
Model pendekatan teoritik ada 3 kategori yaitu :
(1) Model skematik terdiri dari Model grafik dan model Bagan Alir
(2) Model Simbolik terdiri dari Model Verbal dan Model Matematik
(3) Model Peran
Apabila langkah ke-3 pada langkah dasar menyusun model telah dilakukan maka nyatakan hasilnya dengan cara yang sesuai dengan salah satu atau kombinasi dari kategori model diatas.
Hipotesis adalah kesimpulan sementara. Dikatakan sementara karena kesimpulan itu baru berdasarkan teori saja. Hipotesis bersifat teoritis, karena kesimpulan itu dibuat sebagai inti sari dari setiap gugus model, paling sedikitnya dapat dibuat satu hipotesis.
Hipotesis yang diturunkan dari suatu model seharusnya memiliki 5 sifat yaitu :
(1) Relevan, terhadap masalah penelitian
(2) Mampu menerangkan sesuatu
(3) Dapat diperbandingkan antara hal yang satu dengan lainnya
(4) Sederhana (tidak rumit atau tidak sulit dimengerti)
(5) Dapat diuji (sesuai dengan kaedah pengujian Hipotesis)
(5.1) Tidak kabur
(5.2) Tidak normatif (harus bisa diukur)
(5.3) Tidak defenitif (bukan berupa rumus yang dibuat)


