A LivingOS Theme

Bringing together WordPress and SmoothGallery

Shine

LivingOS

Giving you rotating images in the header with links

Churches

Jon Design's SmoothGallery Header Slideshow

And link to anywhere from the image...

Civic Involvement

Beautiful...

Wow!

Action

What's Happening

  • You need the RS Event plugin for this section.
  • Or use the Sidebar Widget plugin to change the content.

Si Kantong Semar

Jun 2nd, 2007 by lianaindonesia | 0

Hallo teman-teman, kali ini kita akan belajar mengenai tumbuhan yang unik loch. Unik karena ada kantongnya. Kantong yang selama ini kita kenal kebayakan terbuat dari plastik, kertas, bahkan kulit. Nach apa dan seperti apa tumbuhan berkantong itu? Yuuuk kita pelajari lebih lengkap, di sini, di Rumah Baca Liana Indonesia.

Teman-teman, pertama kali melihat tumbuhan berkantong baik di buku, majalah ataupun yang sudah pernah melihatnya langsung, pasti merasa aneh dan langsung berucap dalam hati, wuah cantik dan unik. Nama tumbuhan berkantong itu adalah ? Kantong semar, atau dalam bahasa latinnya Nepenthes spp. Kantong semar, berada di ujung-ujung daun yang bentuknya mirip dengan pipa yang menghadap ke atas. Diatas atau di mulut kantong terdapat penutup seperti topi baret setengah terbuka. Warna kantong yang berwarna hijau daun dengan topi berwarna merah muda keputihan.

Temans taukah kalian? Kantong bagi kantong semar ternyata ada gunanya, yaitu sebagai perangkap untuk memangsa serangga. Wuahh kita seperti sedang membayangkan tumbuhan yang bisa makan dan bergigi, hihihihihi. Iya, betul, ternyata kantong semar menangkap serangga-serangga melaui kantongnya yang terbuka, serangga itu merupakan sumber protein baginya agar tetap tumbuh, seperti kita, yang perlu makan dan minum agar tetap sehat dan kuat.

Hmmmm, kantong semar berasal dari suku tumbuhan yang disebut Nepenthaceae yang terdiri dari 70 jenis loch…!. Kita bisa menemukan kantong semar di kawasan hutan tropis seperti di Indonesia, Madagaskar, Srilangka, semenanjung Malaya, Cina, India dan Filipina. Nach, di Indonesia hanya ada di Pulau Sumatera dan Kalimantan loch…! Kalau di Palembang, Kantong semar bisa ditemukan dengan muda loch, kita tinggal datang saja ke sebuah kios tumbuhan di JL. Way Hitam, nach di sana kita bisa melihat dan mengamati si kantong sampai puas dech, ups, tapi kalo tidak jeli bisa ga ketemu loch kiosnya, soalnya tempatnya cukup tersembunyi di suatu tempat yang rindang, hehehehehe.

Kantong semar tersebar tidak merata, tapi ia bisa tumbuh dalam jumlah yang banyak sekali loch!, terutama pada tanah yang tidak subur seperti tanah gambut dan tanah vulkanik. Kantong semar juga sering ditemukan di sepanjang sungai, puncak bukit berbatu yang terbuka atau hutan lumut basah. Ia bisa tumbuh dari tepi pantai sampai di ketinggian 3.500 m dpl (diatas permukaan laut), wuaaahhh tinggi juga yach?. Kantong semar biasanya hidup di daerah terbuka. Daerah semak belukar atau hutan-hutan payau.

Teman-teman, kenapa sich tumbuhan ini di sebut kantong semar? Hihihiihihi, mungkin saja karena kantongnya mirip dengan perut tokoh wayang bernama semar. Sampai sekarang belum ada informasi mengenai nama kantong semar. Tapi yang terpenting adalah bahwa kantong semar adalah salah satu kekayaan tumbuhan di Nusantara kita loch, warnanya yang bermacam-macam dan indah, dan bentuknya yang unik tidak salah loch kalo tumbuhan ini juga menjadi tumbuhan hias yang bernilai ekonomi tinggi seperti anggrek. Jenis-jenis kantong semar yang indah diantaranya adalah ; Nepenthes rafflesiana, Nepenthes ampularia, Nepenthes phyllamphora, Nepenthes distillatoria dan Nepenthes kennedyana. Tidak hanya sebagai tumbuhan hias, tapi jenis ini juga sering digunakan sebagai induk untuk persilangan loch…!

Teman-teman, kantong semar merupakan tumbuhan memanjat loch, keren kaan?. Batangnya beruas-ruas dan panjangnya bisa mencapai 4 meter!, Nach, batangnya itu terdiri dari 3 bagian yaitu ruas batang, bagian tegak, dan bagian memanjat. Daun yang tumbuh pada bagian ruas batang berbentuk bulat panjang. Bagian ujungnya ada yang runcing dan tumpul. Sedangkan pangkal daun berbentuk runcing dengan tepi yang rata. Panjang daunnya antara 10-16 cm dengan lebar 3-6 cm. Pertulangan daunnya menonjol dengan tulang pinggir berjumlah 6-10. Kantong pada bagian ruas batang berbentuk mangkok atau cawan. Tinggi kantong antara 7-15 cm dengan lebar antara 4-9 cm. Mulutnya berbentuk bulat telur dengan posisi agak miring ke depan. Nepenthes mengalami dua macam pertumbuhan yaitu vegetatif dan generatif. Kalau yang vegetatif dengan membentuk ruas-ruas batang, terbentuknya kantong ketika daun masih muda hingga daun dan kantong bertambah besar. Nach setelah semua bagian kantong tumbuh optimal, biasanya tutup kantong membuka disertai pemanjangan bagian leher. Kantong yang telah terbuka akan didatangi oleh serangga, karena adanya nektar atau cairan yang berasa manis seperti terdapat pada bunga. Nach, teman-teman pada saat serangga hendak menghisap nektar pada saat itulah serangga akan tergelincir masuk kedalam kantong yang mengandung enzim untuk merombak protein. Nach seiring waktu, nanti kantong itu akan mengering dimulai dari bagian tutup/atasnya hingga kebawah. Nach, kalau pertumbuhan generatifnya, pertumbuhan bunga sampai pembentukan buah dan biji. Kebanyakan Nepenthes tidak sulit dibudidayakan bila kelembaban tempat tumbuhnya dijaga. Di Bogor perbanyakan kantong semar dilakukan dengan menggunakan biji dan setek batang di dalam pot. Kantong semar juga sering dikawinsilangkan, pertama kali dilakukan pada tahun 1858-1860 oleh Dominy, kantong semar yang dikawinkan adalah Nepenthes rafflesiana dan Nepenthes Ngracilis asal Pulau Kalimantan, hasilnya Nepenthes dominii. Nach, sejak saat itu sampai sekarang sudah ada 280 jenis baru loch yang berasal dari hasil perkawinan silang.

Nach, teman-teman, menarik bukan? Kamu juga bisa menanam Nepenthes atau kantong semar di sekolah dan dalam pot di rumah kalian, yang pasti dengan menanam maka kita ikut melestarikan jenis tumbuhan kantong semar. Sampai ketemu lagi….

Sumber : Majalah Si Tapir Media Informasi Taman Nasional Kerinci Seblat
Edisi 02/Oktober 2001 Halaman 10-11. Yayasan Kehati
Terimakasih kepada Ibu Rina dari Yayasan KEHATI yang telah memberikan media belajar ini kepada Liana Indonesia, salam hangat dari kami.
sumber gambar : www.indomedia.com/intisari/1998/mei/periuk.htm

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.