A LivingOS Theme

Bringing together WordPress and SmoothGallery

Shine

LivingOS

Giving you rotating images in the header with links

Churches

Jon Design's SmoothGallery Header Slideshow

And link to anywhere from the image...

Civic Involvement

Beautiful...

Wow!

Action

What's Happening

  • You need the RS Event plugin for this section.
  • Or use the Sidebar Widget plugin to change the content.

Mengamati Satwa

Jun 2nd, 2007 by lianaindonesia | 0

Teman-teman, mengamati satwa pasti merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan, hmmmm kali ini, kita akan melihat dan tentunya harus selau ingat bagaimana caranya mengamati satwa. Yuuukkk kita ingat kembali cara mengamati satwa yang sebelumnya sudah pernah kita baca sama sama di Rumah Baca Liana Indonesia, yuuuukkk.

Cara mengamati satwa

1. Pakailah pakaian yang ? berwarna alam yang redup seperti hijau, coklat atau hitam, jangan pakai bau merah loch, salah-salah nanti kita yang di kejar, hihihihihi….
2. Kalo berbicara, pelan dan tidak bikin gaduh.
3. berjalanlah dalam kelompok yang kecil, 2-4 orang.
4. waktu yang paling baik adalah pagi hari ketika hewan mulai beraktivitas dan sore hari ketika hewan pulang dari aktivitasnya,
5. Biasanya hewan akan selalu mampir ke sumber air untuk minum di sore hari, selain sumber air jalan setapak di pinggiran bukit juga jadi tempat satwa menampakan diri loch.

Lima butir diatas, adalah aturan pokok dech untuk mengamati satwa, selain itu kamu juga mesti membawaperalatan yang lengkap dan konsumsi yang cukup, agar selama pengamatan kamu bisa memperoleh hasil yang lebih memuaskan. Nach, teman-teman, di sekitar kita satwa yang paling mungki untuk di amati dimana saja termasuk dikawasan hutan kota dan taman adalah burung. Kita akan banyak belajar bagaimana mengamati burung dan menggunakan field guide untuk mengidentifikasi jenis burung di kesempatan selanjutnya.

Oh iya, teman-teman, satwa adalah hewan yang juga seperti manusia sebagai makhluk hidup. Ia perlu makan, minum, berbiak dan rumah yang nyaman, memelihara satwa di luar habitatnya sama artinya kita memisahkan ia dari induknya, rumahnya, dan kita sudah merenggut haknya, kemampuan membela dirinya akan hilang, kemampuan alami hewani nya akan terenggut, oleh karena itu sedapat mungkin hindari mengambil, memburu, membeli satwa untuk peliharaan. Mari menjaga satwa nusantara dari kepunahan.

Sumber : Majalah Si Tapir Halaman 6 edisi 02/Oktober 2001

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.