Tantangan Anak Masa depan
Ditulis oleh : Sylvie ::Senin, 02 Juli 2007::
Anak indonesia masa depan, sepertinya dibayangi oleh tantangan masa depan yang tidak dapat dianggap enteng. Pendidikan, kesejahteraan, persamaan hak dan kasihsayang dan hak lainnya sepertinya kelak akan semakin sulit untuk dirasakan. Anak indonesia, di kota, desa, daratan pun yang tinggal di rumah rumah rakit di perairan memiliki hak yang sama. Namun, Indonesia seolah terus bergulir pada keterpurukan. Keterpurukan yang akan menenggelamkan bangsa pada titik kemiskinan, kelaparan, kenistaan dan kemunafikan.
Bagaimana tidak, Negara Indonesia kian hari kian tidak berdaulat, kondisi sosial, ekonomi kian kacau balau, bencana datang silih berganti, pelaku usaha yang kapitalist diperparah oleh kebijakan, pelaku kebijakan, dan aparat yang kian hari tidak menunjukkan keberpihakan kepada anak bangsa.
Di bidang pendidikan. Pendidikan yang mahal, sistem pendiidkan yang carut marut, melahirkan jutaan anak putus sekolah, jutaan anak tidak bersekolah, jutaan anak yang terlibat tindak kriminal. Anak-anak indonesia, yang sedianya dijamin oleh negara untuk mendapatkan pendidikan yang layak, tidak memperoleh haknya, pada akhirnya jutaan anak yang buta pendidikan itu akan menciptakan pengangguran massal, kemiskinan dan kenistaan. Indonesia mmeberikan tantangan yang teramat berat bagi anak indonesia yang sejatinya berada dalam perlindungan negara.
Di bidang kesehatan. Jutaan anak mengalami gizi buruk, jutaan anak meninggal karena tidak terjaminnya kesehatan, Rumah Sakit hanya melayani anak yang berasal dari keluarga mapan. Anak yang tidak dari keluarga mapan, harus rela menunggu berjam jam di pelataran rumah sakit yang dingin dan menyakitkan, sungguh sebuah tindakan yang tidak manusiawi. Indonesia, bersama dengan sistem nya melakukan pelanggaran HAM.
Di bidang HAM, jutaan anak merupakan korban pelanggaran HAM, pekerja anak membanjir dimana-mana, tidak ada tindakan hukum. Tidakan kekerasan anak terus terjadi, dalam rumah tangga, sekolah, lingkungan sekitar, dimana-mana anak indonesia tidak memperoleh jaminan keamanan.
Indonesia, kapankah kita bergeser dari kenistaan ini? Indonesia kapankah berhenti menciptakan ruang nestapa bagi anak anak? Indonesia, kapankah kedaulatan hak diberikan secara utuh bagi anak anak?
:: Memulai menyayangi anak Indonesia dari Rumah Baca Liana Indonesia::
Referensi : Buku berjudul Children And Criminality [The child as Victim and Perpetaror] karangan Ronald Barri Flowers] Greenwood Press, New York. Westport, Connecticut. London


