Gurat Arif Alam Lombok Mulai Resah
Pulau Lombok, indah, menawan dan tumpuan harapan kehidupan anak negeri, kini, esok dan nanti. Bagaimana tidak, pulau yang mungil diantara sebaran pulau besar lainnya di Indonesia tidak hanya memiliki keindahan alam dan kekayaan alam yang menggugah nurani tapi juga sekaligus merupakan potret masa lalu Indonesia dahulu, kini ia masih terjaga, bersih, indah, apik dan damai.
Akankah gurat arif pulau lombok masih akan bertahan kelak? Semoga. Kini, pulau lombok terus menata diri, mensejajarkan diri dengan pulau wisata lainya lewat pembangunan. Pembangunan fasilitas yang ditujukan untuk mempermudah akses siapa saja yang hendak datang menikmati keindahaannya kini berlangsung. Bandara International Lombok atau disingkat dengan BIL sedang dalam proses pembangunan, Pulau Lombok mulai menggeliat menyonsong siapa saja yang tergoda degan kecantikannya. Lihatlah gambar diatas, bentangan lahan nan luas, berlatar belakang bebukitan, hijau menantang, indah, asri dan tentunya sedap dimata. Namun kelak, sebentar lagi hijauan lahan itu akan tergantikan dengan kokohnya Bandara, sejuk udara pasti akan terkoyak oleh bisingnya suara pesawat, panas menyengat, dan bau bahan bakar pesawat terbang akan membungkus rapat aroma tetumbuhan hijau.
Bandar udara terbentang, akan banyak orang-orang baru yang datang dari berbagai arah angin. Datang, singgah dan mendiami pulau lombok yang mungil dengan membawa kebiasaan, budaya dan trend baru. Entah mengapa, semilir angin pagi datang dengan bisikan tanya, akankah Pulau Lombok menjadi seperti Pulau Bali? Dimana setiap yang datang menggunakan kebiasaan, budaya kehidupan yang betul-betul asing namun tetap dianggap biasa karena tuntutan harapan akan pembangunan yang lebih baik? Budaya, suatu hal yang tidak bisa tidak akan terakulturasi, akulturasi yang akan mendekap anak negeri lombok ke dalam ketidakmampuan mempertahankan budaya sendiri, menjadi tamu di rumah sendiri dengan menyaksikan budaya asli terkikis oleh pahitnya akulturasi.




