A LivingOS Theme

Bringing together WordPress and SmoothGallery

Shine

LivingOS

Giving you rotating images in the header with links

Churches

Jon Design's SmoothGallery Header Slideshow

And link to anywhere from the image...

Civic Involvement

Beautiful...

Wow!

Action

What's Happening

  • You need the RS Event plugin for this section.
  • Or use the Sidebar Widget plugin to change the content.

Kekuatan Sebuah Permainan

Jun 19th, 2008 by lianaindonesia | 0

Bagaimana permainan mampu membangun kelompok

Pengelolaan kebakaran hutan dan lahan yang berwawasan gender sudah sejak tahun 2004 hingga saat ini (2008) terus dilakukan oleh Divisi Gender SSFFMP-EU di Sumatera Selatan. Terdapat tiga kabupaten prioritas yang menjadi fokus perhatian yang didasarkan pada tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan. Tiga kabupaten itu adalah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Musi Banyuasin. Mengelola dan mencegah kebakaran hutan dan lahan tentu bukan hal yang mudah dilakukan, perlu partisipasi aktif para pihak tak terkecuali masyarakat desa.
Di beberapa desa di kabupaten yang disebut sebelumnya telah dilakukan kegiatan pelatihan dan pembinaan masyarakat. Hasil dari pelatihan dan pembinaan itu tak hanya mempengaruhi kualitas dan kapasitas masyarakat desa namun juga melahirkan kader-kader yang disebut sebagai motivator desa yang berfungsi untuk memotivasi masyarakat desa untuk dapat melakukan kegiatan positif terkait pengelolaan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Pada 13-15 juni 2008 yang lalu, dilakukan lokakarya motivator desa dalam rangka berbagi pengalaman an kaderisasi motivator baru. Dalam lokakarya itu, beberapa topik pembelajaran dilakukan secara intensif. Pembelajaran tersebut tentunya diharapkan mampu untuk meningkatkan kemampuan masyarakat desa dalam menjalin kerjasama yang baik antara motivator dan unsur yang ada di desa baik secara kelembagaan maupun individu. Untuk menlakukakan kerjasama tentunya dierlukan komunikasi aktif atara motivator dengan unsur kelembagaan dan masyarakat desa. Tidak hanya dibutuhkan komunikasi, kemantapan, kepercayaan, tanggungjawab juga menjadi hal yang tak patut ditinggalkan dalam menjadi seorang motivator. Maka dari itu untuk memberikan sebentuk pemikiran yang mantap terhadap pentingnya komunikasi, kerjasama kelompok dan serta rasa bertanggungjawab perlu disimulasikan dalam beberapa permainan.

Terdapat beberapa permainan yang dilakukan secara bersama-sama untuk memperoleh pemahaman pentingnya komunikasi, kerjasama dan kepercayaan. Pada awal hendak dimulainya sebuah permainan penguatan kelompok, diketahui bahwa ternyata tidak semua peserta kegiatan mengenal dan mengetahui dengan baik antar peserta. Kekakuan dan kebisuan tak jarang terjadi ketika permainan komunikasi baru saja dimulai. Satu-persatu permainan penguatan kelompok mulai digulirkan, dan kekuatan sebuah permainan mulai terasa ketika menginjak permainan ketiga yaitu permainan jaring-laba-laba. Keakraban, saling percaya satu sama lain mulai terasa demikian kental ketika permainan boneka kayu dilakukan. Bahu membahu mengisi derigen bocor ternyata membuat peserta sedemikian antusias dan mengeluarkan seluruh energinya untuk berusaha mengeluarkan bola pingpong dari dalam derigen bocor dengan memasukkan air. Tidak ada lagi kekakuan antara laki-laki dan perempuan, semuanya bergerak dan berinisiatif membangun cita cita lewat sebuah kerjasama dan kepercayaan.

Nilai-nilai negatif dalam diri pun kian tergali semakin banyak, ketika sebuah permainan pada awalnya dianggap mudah ternyata tidak seperti kenyataannya pada saat dilakukan. Permainan menjunjung balon bersisi air secara bersama sama misalnya, pada awalnya terdengar cetusan dari peserta “ah, gampang”, “oooh begitu, kalo begitu sich mudah” atau bahkan ada yang menantang untuk membawa dua balon berisi air sebanyak 2 sekaligus diatas kepala!. Namun diakhir permainan barulah disadari bahwa persoalan yang dihadapi kelompok tetap saja sebuah persoalan yang harus diselesaikan secara serius, dan didapati bahwa tidak ada persoalan yang berat dan enteng, yang ada adalah persoalan yang harus segera diselesaikan dengan konsentrasi, kepala dingin dan hati yang ikhlas. Tidak hanya nilai negatif memandang remeh persoalan yang timbul selama permainan penguatan kelompok dilakukan. Permainan kepercayaan yang buta dimana setiap orang berjalan meuju titik tertentu dengan dua bender di tangan dan hanya dipandu oleh seorang kawan diseberang garis finish juga menggugah nurani untuk bersikap sportif. Tak jarang pemain mencoba membalut mata dengan penutup mata yang dibuat sedemikian rupa agar dapat melihat jalur yang dipasang, namun tetap saja kekuatan permainan ini menunjukkan pengaruhnya, sang pemain merasa harus bersikap sportif sehingga berputar balik dan membenahi penutup matanya dan berjalan menyusuri jalur dengan usaha keras. Bagaimana sebuah keinginan curang berganti menjadi sportif tentu bukan hal yang mudah, nurani bicara, hati menentukan dan jiwa menggerakkan.

Begitu banyak hal yang dipetik dari permainan penguatan kelompok yang dilakukan 14 juni 2008 kemarin. Komunikasi, kerjasama selalu dan patut dijalankan dengan rasa percaya, tanggungjawab serta hati yang ikhlas, demikian yang disampaikan peserta pada akhir proses permainan penguatan kelompok, semoga demikian adanya.

*) Ditulis dari catatan kegiatan permainan penguatan kelompok dalam rangkaian acara Lokakarya Motivator Desa dalam Rangka Berbagi Pengalaman dan Kaderisasi Motivator Baru yang dilaksanakan oleh Divisi Gender SSFFMP-EU pada 13-15 Juni 2008 di Kawasan Danau Wisata Teluk Gelam Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.