Mar 5th, 2008 by lianaindonesia |
Momentum bersihkan jaksa, demikian tema yang diangkat sebuah harian terkemuka di Indonesia. Berita tersebut mengemukakan sekelumit cerita tentang korupsi yang dilakukan oleh oknum jaksa. korupsi yang dilakukan senilai 660.000 dollar amerika. Saya coba mengkonversikan nilai tersebut menjadi rupiah. Tanganku merogoh saku mengambil handphone dan mencoba mengkonversikan dengan fasilitas kalkulator yang ada di handphone. saya ketik 660.000 x 9.096 (kurs tanggal 5 maret 2008). ketika continue reading » »
Feb 25th, 2008 by lianaindonesia |
Hutan lindung, kawasan hutan yang ditetapkan sebagai kawasan perlindungan hayati dan ekosistem saat ini terancam rusak. Lahirnya kebijakan baru berupa sewa hutan lindung untuk kepentingan tertentu jelas mengancam fungsi lindung hutan itu sendiri. Kebijakan yang baru lahir itu bernama continue reading » »
Feb 20th, 2008 by lianaindonesia |
Sebuah desa kecil di Kalimatan Tengah merasakan perubahan iklim yang demikian pahit. Perubahan iklim secara lugu mereka katakan sebagai bergesernya musim panas dan musim hujan memberikan pengaruh yang teramat mendalam bagi hidup mereka. Keseharian mereka yang mayoritas suku dayak yang hidup dari hasil tetumbuhan, padi, karet dan buah-buahan adalah continue reading » »
Feb 20th, 2008 by lianaindonesia |
Dari sebuah ruang seminar sebuah perguruan tinggi terkemuka di Palembang.
Pagi itu, sebuah kesedihan menyeruak dari hati yang paling dalam dari diri seorang dosen. Seolah merasa gagal menyampaikan pengetahuan. Bumi seolah bergetar dan alam seolah tertawa mengejek. Rasanya lidah tlah kelu bicara, kedua kaki tlah penat berdiri dan tubuh seolah tiada berdarah lagi. Waktu selalu ada untuk berbagi, tapi hari itu kekecewaan menyergap sedemikian kejam.
Sebuah? “tesis” tergurat salah fatal dalam mengartikan KEARIFAN LOKAL.
Sampai kapan kejadian ini dan serupanya akan terjadi, entahlah.
goresan kekecewaan seorang dosen terhadap kemalasan generasi untuk membaca
Feb 20th, 2008 by lianaindonesia |
Pendidikan di Indonesia mahal, demikian anggapan sebagian besar masyarakat Indonesia yang tercermin dari berita media elektronik dan cetak. Berangkat dari keresahan masyarakat itu pula maka berbagai kebijakan pemerintah dikeluarkan untuk menekan jumlah anak putus sekolah akibat pendidikan yang dinilai mahal. Perlengkapan dan keperluan sekolah membuat masyarakat sebagian besar menjerit. Seragam sekolah, buku, sepatu, kaos kaki, hingga transport sekolah membuat para orangtua murid semakin resah. Hal ini memunculkan tanggapan dari beberapa pihak. Tanggapan yang pada akhirnya bermuara pada kebijakan pemerintah. Mulai dari pemangkasan biaya sekolah (SPP dan BP3) yang saat ini digratiskan hingga kepada pemberian seragam bagi siswa yang tidak mampu. Sekarang, setelah biaya pendidikan dasar dibebaskan, maka buku sekolah pun rencananya akan disubsidi oleh pemerintah.
Subsidi yang dimaksud adalah dengan cara membeli hak cipta penulis/pengarang buku untuk kemudian digandakan oleh pemerintah sesuai dengan kebutuhan. Satu sisi ada masyarakat yang terbantu dan teringankan bebannya, namun satu sisi anggapan bahwa ada kecenderungan ketidakberpihakan pemerintah kepada penulis/pengarang buku merebak menjadi sebuah opini ketidakadilan social.
Buku Murah, demikian program subsidi buku ini disebut, ada keceriaan kaum papah disana namun ada kemengkerutan lainnya. Laiknya buah simalakama. Kebijakan pemerintah haruskah selalu mengorbankan sisi baik lainnya?.
Jan 25th, 2008 by lianaindonesia |
keasyikan main luxor di komputer terhenti
ketika dering ponsel memaksa untuk beranjak
tak bergairah ku klik ponsel
“halo…” ujarku
” halo vi, apo kabar kau vi?” suara penelpon diseberang sana demikian semangatnya
” kabar baik, dengan siapa ini?” jawabku masih ja’im.
” vi, ini “…” madak i kau lupo?” katanya lagi
” whats!… eiiiii, apa kabar Mr Primus interpares!” teriakku sambil mengepalkan tangan karena senang dapat surprise di telpon sahabat akrab semasa kuliah.
” eiiii aku rindu nian…. kemano bae kau?…. iiich aku ilang kontak loch, kau pegi idak ngomong, iiich, kamana sich? swear! aku kangen banget!, cecarku dengan bahasa yang campur aduk.
hampir 4 jam ngobrol belum mengobati rindu dengan sahabat lama. Sejak 2002 setelah tamat kuliah di Fakultas Hukum dia menghilang tanpa jejak. Aku yang pada waktu itu masih menyelesaikan skripsi kehilangan dia. Dia tempat berkeluh kesah, nonton konser musik bareng, dengerin teriakan kurt cobain bareng, bahkan kami sering adu teriak nyanyi Smell like teen spirit. nonton tanding bola volli bareng, bahkan demonstrasi bareng juga. bahkan aku sering minta dianterin pulang kalo pas ada kuliah malam.
” eh vi, dulu kan kau minta ajarin aku retorika” cetusnya
” iyah yah, dan kau dulu selalu minta ajarin bahasa inggris kan?” kataku
” hahahahaha” kami tertawa bareng.
“eh, dulu kan kau pake kacamata kalo kuliah?” “sekarang gmana?” tanyanya
” sekarang dak lagi doong” dan kau, apa masih rambut gondrong, body junkies, celana jeans robek yang dipake?” tanya ku sambil ketawa
“idak laahhhh” teriaknya gemas dari seberang sana.
Dulu memang dia body junkies, jeans belel, rambut gondrong. sekarang sudah jadi PNS di kantor Kecamatan.
:: bersambung…………. sahabat karibku di Danau Ranau::
Jan 25th, 2008 by lianaindonesia |
Demi bumi kuteriakkan
aku mencintaimu
tapi itu tidak berarti apapun bagimu
kau larut dalam waktu
Dan demi mayapada.
Aku lelah menunggumu
Demi Pencipta pun lirih kukatakan
aku berhenti mencintaimu
aku berhenti merindukanmu
aku berhenti
:: My broken dream ; East Borneo ::
Jul 5th, 2007 by lianaindonesia |
Stan Pameran dan Kampanye Lingkungan oleh rimbawan FP UMP di Komplek Perguruan Muhammadiyah akan digelar pada 16 Juli 2007. Kegiatan ini meliputi : Pameran hasta karya, benih, bibit tanaman kehutanan, media kampanye lingkungan dan konservasi (poster, booklet, stiker, dll), pemutaran film lingkungan, dialog interaktif konservasi dengan siswa SMU. Salah satu maksud kegiatan ini adalah agar tumbuh kepedulian lingkungan bagi semua civitas akademika kampus hijau, selain itu diharapkan mampu menggairahkan semangat sayang lingkungan dalam diri generasi muda. Kegiatan ini, dimotori oleh Heriyanto, mahasiswa kehutanan yang tidak diragukan lagi semangatnya dalam berkampanye lingkungan. Semoga heriyanto dan rekan lainnya dapat menjalankan amanah dengan baik, amin.
Jul 5th, 2007 by lianaindonesia |

Berfose di antara kemegahan alam bukit kaba
(Dari Kanan : Hapidin, Harry,Ade,dwi,Yossef, herry, yendri,eko, Gani, Yoni, Moko, Ye2t, Dean)

? Malam, beranjak hening, kesederhanaan membalut rimbawan dalam kebersamaan.? Berbagi, bersama melepas lapar dan dahaga diantara derai tawa yang bahagia

? (Berbagi pengetahuan, tempat, waktu bukan kendala untuk berbagi.? Pengetahuan sejatinya mencerdaskan dan pengetahuan takkan berkurang hanya karena dibagi dengan sesama)
Jul 2nd, 2007 by lianaindonesia |
ORGANIZATIONAL BEHAVIOR IN EDUCATION
Robert G. Owens
Distinguish Research Professor Emeritus
Hofstra University
The Chapters :
1. Mainstreaming of Organizational Thought
2. Organizational Theory in Modern Period
3. Building Human Capital
4. Motivation
5. Growth-enhacing environments in educational organizations
6. Leadership
7. Conflict in organization
8. Decision making
9. Organizational Change
10. The Holographic Imperative and Qualitative Research
Ask the articles or book by send an email to sylvie.sylvie@yahoo.com